Selasa, 14 Juni 2016

Teori Komunikasi Antarpribadi. Modul 2 "Memahami Hubungan Antarpribadi"

Hubungan antarpribadi memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan kita. Orang memerluka hubungan antarpribadi terutama untuk dua hal, yaitu perasaan (attachment) dan ketergantungan (dependency). Teori-teori yang menjelaskan berkembangnya suatu hubungan antara lain adlah self disclosure, yaitu proses mengungkapkan informasi pribadi kepada orang lain dan sebaliknya. Teori lain, yaitu social penetration mengemukakan bahwa bahwa orang saling mengenal atau memahami melalui tahap mengungkapkan informasi yang superficial sampai kepada informasi yang pribadi. Sementara Steven Duck dengan pendekatan process view menyatakan bahwa hubungan tidak berkembang, dan hubungan dapat sekaligus stabil dan memuaskan. Sedangkan teori social exchange mnenjelaskan bahwa orang sebenarnya mneggunakan prinsip ekonomi dalam suatu hubungan. Yaitu dengan mempertimbangkan kontribusi dan pengaruhnya terhadap kontribusi oranglain dalam hubungan tersebut. Kanp merumuskan model tahapan hubungan yang menunjukkan bahwa orang mempertimbangkan untuk menuju hubungan yang lebih akrab dengan orang lain. Akhirnya Duck kembali mengemukakan bahwa hubungan antarpribadi dapat berakhir dan biasanya melalui tahap-tahap intra psikis, tahap dyadic, tahap social, dan tahap grave dressing.

Teori Komunikasi Antarpribadi. Modul 2 "Memahami Orang lain dalam Komunikasi"

Komunikasi pribadi yang efektif juga mensyaratkan kita untuk lebih memahami orang lain. Memahami orang lain ini ditujukan untuk mengurangi ketidakpastian (uncertainty reduction) dan perbandingan sosial (social comparison) terutama bagi yang baru saling mengenal. Proses mempresepsi orang lain mencangkup implicit personality theory. Proses atribusi, dan response sets. Implicit personality theory mengasumsikan kita sebagai psikolog amatir yang mneggunakan perangkat psikologi untuk mempresepsi orang lain. Proses atribusi mencoba untuk mengenali penyebab atau pengendali atas suatu peristiwa kepada seseorang atau sesuatu. Sedangkan reponse sets adalah predisposisi tertentu yang dilakukan untuk menanggapi orang lain.

Upaya untuk mempengaruhi presepsi oranglain terhadap diri kita telah membuat kita menerapkan sejumlah strategi. Impression management mengungkapkan bahwa orang cenderung untuk mengarahkan presepsi orang lain terhadap dirinya. Rethorical sensitivity mengajarkan orang untuk peka terhadap diri sendiri, situasi terutama orang lain. Atributional respon adalah cara lain dari penggunaan proses atribusi melalui perilaku kita sebagai reaksi atas tindakan oranglain. Sedangkan antarpribad adalah tanggapan atau reaksi atas perilaku orang lain.

Teori Komunikasi Antarpribadi. Modul 2 "Memahami Diri Pribadi dalam Komunikasi"

Dalam komunikasi antarpribadi, memahami diri pribadi merupakan suatu syarat yang mendasar. Diri pribadi biasanya pusat dari proses komunikasi dan dengan memahami diri pribadi, kita akan lebih memahami komunikasi yang kita lakukan.
Upaya kita untuk memahami diri pribadi ini disebut presepsi, dimana melalui indra yang dimiliki, kita menangkap informasi atas objek tertentu. Melalui alat pikir dan logika, kita merepreentasikan informasi yang telah kita peroleh melalui pengindraan. Proses ini memiliki subjektifivas tinggi dan beberapa kelemahan didalamnya. Presepsi memiliki sifat-sifat : pengalaman selektif, penyimpulan, tidak akurat dan evaluative.
Sementara itu elemen-elemen presepsi adalah sensasi/pengindraan, harapan, bentuk dan latar belakang, perbandingan, konteks. Dari elemen-elemen kita dapat menemukan pola, yaitu bentuk pengorganisasian  yang menciptakan suatu kesatuan yang utuh.
Langkah pertama dalam presepsi adalah menyadari diri kita sendiri yaitu mengungkapkan apa dan siapa kita ini. Beberapa elemen yang membentuk kesadaran diri adalah konsep diri, self esteem, dan multiple selves. Sementara itu, kesadaran diri juga merupaka proses yang akan terus-menerus berubah dan berkembang sepanjang hidup kita. Adapaun konsep-konsep yang mempengaruhi perkembangan kesaran  dan diri ini adalah “reflexive self, social self, dan becoming self”.
(1) Reflexive self : kesadaran diri kita bersifat dua arah. Apabila kita memandang kedalam cermin, kita tidak hanya melihat diri kita. Tetapi juga melihat diri kita (yang dipantulkan oleh cermin) yang sedang memandang kita. Kita berpresepsi bahwa diri kita terlibat dalam presepsi diri.
(2) Social self : menggunakan orang lain sebagai criteria utuk menilai konsep diri kita. Ini juga sama seperti “looking glass self” yang menggambarkan bagaimana kita mengembangkan konsep diri melalui interaksi. Dalam interaksi, reaksi orang lain merupakan informasi mengenai diri kita, dan kemudia kita menggunakan informasi tersebut untuk menyimpulkan, mengartikan, dan mengevaluasi konsep diri kita seiring dengan meningkatknya interaksi sosial yang sesuai. Hal ini membuat kita menjadi lebih efektif dalam komunikasi antarpribadi.

(3) Becoming self : perubahan konsep diri tidak terjadi secara mendadak atau drastic, melainkan secara gradual melalui aktivitas sehari-hari kita.

Teori Komunikasi Antarpribadi. Modul 2 "Dimensi-Dimensi Pribadi dan Relasional"

Secara uum komunikasi antar pribadi dapat diartikan sebagai suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Proses mengacu pada perubahan dan tindakan (action) yang berlangsung terus menerus. Komunikasi adalah suatu pertukaran, yaitu tindakan menyampaikan dan menerima pesan secara timbale  balik. Sedangkan makna, sesuatu yang dipertukarkan dalam proses tersebut.
Terdapat 6 karakteristik yang menentukan apakah suatu kegiatan atau tindakan dapat disebut sebagai komunikasi atarpribadi atau tidak menurut Judy C. Pearson (1983).
(1) Dimulai dengan diri sendiri (self). Presepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari kita sendiri, artinya dibatasi oleh pengalaman kita sendiri.
(2) Bersifat interaksional. Mengacu pada tindakan pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan.
(3) Melibatkan siapa partner komunikasi kita dan bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut.
(4) Mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.
(5) Melibatkan pihak yang saling tergantung satu dengan yang lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi.
(6) Komunikasi antarpribadi tidak dapat diulang. Apabila kita salah mengucapkan mungkin kita bisa meminta maaf atau diberi maaf.
“Individu dalam Komunikasi Antarpibadi”
Letak Lokus Psikologis.
Proses psikologis merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam komunikasi antarpribadi. Komuikasi adlah asumsi bahwa diri pribadi individu terletak dalam suatu tempat individu, dan tidak mungkin di=apat diamati secara langsung. Lokus psikologis dari komunikasi mengasumsikan individu memiliki dua dimensi diri, yaitu : Internal dan Eksternal.

 Hal ini terjadi karena dalam komunikasi antarpribadi kita mencoba menginterpretasika makna yang menyangkut diri kita sendiri, diri oranglain dan hubungan yang terjadi. Fungsi  psikologis dari komunikasi adalah untukmenginterpretasikan tanda-tanda melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. Kita akan melakukan seleksi terhadap mana yang “palsu” dan mana yang “asli”. Kesemuanya terjadi melalui satu proses pikir yang melibatkan penarikan kesimpulan. Dalam komunikasi antarpribadi, masing-masing individu secara simultan akan menggunakan tiga tataran yang berbeda, yaitu : Presepsi, Metapresepsi, dan Metametapresepsi. Ketiga tataran ini akan mempengaruhi sepanjang proses komunikasi.

Senin, 13 Juni 2016

Memahami Teori Komunikasi. Modul 1 "Empat Prespektif dalam Ilmu Komunikasi"

Terdapat 4 prespektif yang mendasari pengembangan teori komunikasi. Keempat prespektif tersebut adalah : Covering laws (hukum), Rules (aturan), System Theories (teori sistem), dan symbolic Interactionism (simbolik interaksionisme).
Prespektif “Covering Laws” berlandaskan pada prinsip “Sebab-Akibat” atau hubungan kausal. Prespektif “Rules” berdasarkan prinsip praktis bahwa manusia aktif memilih dan mengubah aturan yang menyangkut kehidupannya. Prespektif “System Theories” mempunyai empat ciri :
(1)   Sistem adalah suatu keseluruhan yang teriri atas bagian-bagian/unsur-unsur dengan karakterisiknya masing-masing.
(2)   Sistem berada secara tetap dalam lingkungan yang berubah.
(3)   Sistem hadir sebagai reaksi atas lingkungan
(4)   Sistem merupakan koordinasi dari hierarki.

Prespektif “Simbolik Interaksionisme” member penekanan pada penelaahan interaksi serta maknanya.

Memahami Teori Komunikasi Modul 1 "Komponen Konseptual dan Jenis-jenis Teori Komunikasi"

 Terdapat 15 komponen konseptual yang dapat dijadikan sebagai fokus dalam menganalisis fenomena komunikasi (Frank E.X. Dance, 1976), yakni :
(1)   Simbol/tanda : Komunikasi adlah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal (Hoben, 1954).
(2)   Pengertian/pemahaman : Suatu proses dimana kita bisa memahami dan dipahami oranglain. Proses yang dinamis secara konstan bisa berubah sesuai situasi yang berlaku (Andreson, 1959).
(3)   Interaksi/hubungan sosial : Interaksi juga dalam tingkatan biologis. Suatu perwujudan komunikasi, tanpanya tindakan kebersamaan tidak akan terjadi (Mead, 1963).
(4)   Pengurangan rasa ketidakpastian : Komunikasi didorong timbul oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego (Barnlund, 1964).
(5)   Proses : Penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain emelalui penggunaan symbol seperti kata-kata, gambar, angka, dll (Berelson & Steiner, 1964)..
(6)   Penyampaian/pertukaran : Komunikasi menunjuk kepada apa yang dialihkan, alat apa yang dipakai sebagai saluran pengalihan, atau menunjuk kepada keseluruhan proses upaya pengalihan.
(7)   Menghubungkan/menggabungkan : Proses yang menghubungkan satu bagian dalam kehidupan dengan bagian lainnya (Reusch, 1957).
(8)   Kebersamaan : Proses yang membuat semula dimiliki seseorang menjadi dimiliki dua orang atau lebih (Gode, 1959).
(9)   Saluran/alat : Komunikasi adlah alat pengiriman pesan kemiliteran pemerintah/order, dll. Seperti “Telegraf, Telepon, Radio, Kurir,dll” (American College Dictionary).
(10)                       Replikasi memori : Proses mengarahkan perhatian seseorang dengan tujuan mereplikasi memori (Cartier & Harwood, 1953).
(11)                       Tanggapan diskriminatif : Komunikasi adalah tanggapan diskriminatif dari suatu organisasi terhadap suatu stimulus (Stevens 1950).
(12)                       Stimuli : Tindakan Komunikasi sebagai penyampaian informasi yang berisikan stimuli diskriminatif, dari suatu sumber terhadap penerima (Newcomb, 1966).
(13)                       Tujuan/kesengajaan : Penyampaian pesan yang disengaja dari sumber terhadap penerima dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku pihak pertama (Miller, 1966).
(14)                       Waktu/situasi : Suatu transisi dari suatu keseluruhan struktur situasi ke situasulain sesuai pola yang diinginkan (Sondel, 1956).
(15)                       Kekuasaan/kekuatan  : Komunikasi adalah suatu mekanisme yang menimbulkan kekuatan/kekuasaan (Schacter, 1951).
Berdasarkan metode penjelasa dan cakupan objek pengamatannya, teori komunikasi terdiri dari dua kelompok.
Pertama, teori-teori umum yang mencakup :
Teori fungsional dan struktural : Adanya kepercayaan atau pandangan tentang berfungsinya secara struktur yang berada diluar diri pengamat. Seorang pengamat adalah bagian ddari sturktur dan cara pandangnya juga akan dipengaruhi oleh struktur yang berada diluar dirinya.
 Teori behavioral dan kognitif : Teori yang berkembang dari psikologi dan ilmu-ilmu pengetahuan dan behavioralis lainnya yang cenderung memusatkan pengamatan pada diri manusia secara individual. Teori ini mengutamakan “verieble analytic” (alanisis variabel), mengidentifikasikan variable kognitif yang dianggap penting serta mencari hubungan korelasi diantara variable. Menurut pandangan teori ini, sebagai manifestasi dari tingkah laku, proses berpikir, dan fungsi “bio-neural” dari individu. Karena itu variable penentu yang mmegang peranan penting terhadap sarana kognisi seseorang (termasuk bahaasa) biasanya berada diluar control dan kesadaran orang tersebut.
Teori konvensional dan interaksional : kehidupan sosial merupakan suatu proses yang membangun, memelihara serta mengubah kebiasaan tertentu. Teori ini dianggap sebagai perekat masyarakat (glue ofsociety). Kelompok teori ini berkembang dari aliran pendekatan “interaksionisme simbolis” (symbolic interactionism) sosiologi dan filsafat bahasa ordiner. Teori ini melihat struktur sosial sebagai produk iteraksi. Fokusnya bukan terhadap struktur tetapi bagaiana bahasa yang dipergunakan untuk membentuk struktur sosial, serta bagaimana bahasa dan symbol-simbol lainnya direproduksi, dipelihara serta diubah dalam penggunaannya. Menurut teori ini, makna dasarnya kebiasaan yang diperoleh melalui interaksi. Sifat objektivitas dari makna adalah relative dan temporer.
Teori kritis dan interpretif : Pendekatan teori interpretif cenderung menghindarkan sifat-sifat prespektif dan keputusan-keputusan absolute tentang fenomena yang diamati. Yang hanya bersifat tentative dan relative. Sedangan pendekatan teori kritis (critical theories) cenderung menggunakan keputusan-keputusan yang absolute, prespektif dan juga politis sifatnya.

Kedua, teori-teori kontekstual yang meliputi teori-teori mengenai komunikasi intrapribadi (komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang), komunikasi antarpribadi (komunikasi yang bersifat pribadi antarperorangan), komunikasi kelompok (komunikasi yang terjadi antara orang-orang didalam kelompok), komunikasi organisasi (komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi melibatkan formal dan informal komunikasi), dan komunikasi massa (komunikasi yang ditujukan untuk khalayak yang lebih besar).

Memahami Teori Komunikasi Modul 1 "Pengertian tentang Ilmu dan Teori dalam Komunikasi"

Ilmu Komunikasi adalah ilmu pengetahuan tentang peristiwa komunikasi yang diperoleh melalui suatu penelitian tentang system, proses, dan pengaruhnya yang dilakukan secara rasional dan sistematik, serta kebenarannya dapat diuji dan digeneralisasikan. Sementara itu, teori komunikasi menunjuk pada konseptualisasi atau penjelasan logis mengenai fenomena paristiwa komunikasi dalam kehidupan manusia.
Penjelasn dalam teori didasarkan atas 3 macam prinsip keperluan : Keperluan kasual, keperluan praktis, dan keperluan logis. Berdasarkan fokusnya, penjelasan dalam teori terdiri atas dua kategori : Person centered dan situation centered.
Secara  umum, teori mempunyai 9 fungsi, yakni :
Mengorganisasikan dan menyimpulkan : Mengamati realitas kita tidak boleh melakukannya sepotong-potong. Kita perlu mengorganisasikan dan mensintesiskan hal yang terjadi dalam kehidupan. Kesimpulan pola dan hubungan yang ditemukan mendapatkan hasil berupa teori sebagai dasar studi berikutnya.
 Memfokuskan : Aspek dari suatu objek harus jelas fokusnya, menjelaskan tentang suatu hal bukn banyak hal.
Menjelaskan : Membuat suatu penjelasan tentang hal yang diamatinya. Tidak hanya memahami pola dan hubungan tetapi juga menginterpretasikan peristiwa tertentu.
Mengamati : Teori tidak hanya menjelaskan apa yang yang sebaiknya diamati, tetapi juga member petunjuk bagaimana cara mengamatinya. Teori yang baik berisikan konsep operasional yang bisa dijadikan untuk mengamati hal yang rinci berkaitan dengan elaborasi teori.
Membuat prediksi : Prediksi adalah suatu perkiraan atas apa yang akan terjadi sebagai gambaran apabila hal-hal yang digambarkan oleh teori juga tercerminkan dimasa sekarang.
Heuristic : Aksioma umum mengatakan, teori yang terbaik adalah teori yang mampu merangsang penelitian sebagai upaya meragsang penelitin selanjutnya.
Komunikasi : Teori seharusnya tidak menjadi monopoli sipenciptanya. Teori harus dipublikasikan, didiskusikan dan terbuka terhadap kritikan-kritikan sebagai cara untuk memodifikasi dan penyempurnaan teori.
Kontrol/mengawasi : Sifatnya normative. Asumsi teori dapat berkembang menjadi norma atau nilai yang dipegang dalam kehidupan. Teori sebagai pengendali’pengontrol tingkah laku kehidupan manusia.
Generatif : Fungsi generative menonjol dikalangan pendukung tradisi/aliran pendekatan interpretatif dan teori kritis. Teori ini juga berfungsi sebagai sarana perubahan sosial dan cultural serta untuk menciptakan pola dan cara kehidupan yang baru.
 Pengembangan teori meliputi empat tahapan :
 (1) Mengembangkan Pertanyaan “Developing Questions”
(2) Menyusun Hipotesis ”Forming Hypotheses”
(3) Menguji Hipotesis “Testing The Hypotheses”
(4) Memformulasikan Teori “Formulating Theory”
Untuk mengevaluasi kesahihan teori ada lima patokan yang dapat dipergunakan yakni : Cakupan teoritis, kesesuaian, heuristic, validitas, dan parsimony (kesederhanaan).

Memahami Teori Komunikasi. Modul 1 "Pendekatan-pendekatan Keilmuan"

Ilmu Komunikasi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang berssifat multi displiner. Disebut demikian karena pendekatan yang digunakan menyangkut berbagai bidang keilmuan (disiplin) lainnya, seperti linguistic, sosiologi, psikologi, antropologi, politik dan ekonomi.




“ Pendekatan-pendekatan Keilmuan “
Pendekatan-pendekatan keilmuan dalam masyarakat ilmiah menurut cara pandang serta objek pokok pengamatannya, dapat dibagi dalam 3 (tiga) kelompok atau aliran pendekatan. Ketiga kelompok tersebut adalah pendekatan scientific (ilmiah-empiris), pendekatan humanistic (humaniora-interpretatif), serta pendekatan social sciences (ilmu-ilmu sosial).
Pendekatan yang pertama menekankan pentingnya objektivitas yang didasarkan atas standarisasi observasi. Pendekatan ini juga membuat pemisahan yang tegas antara known dan knower. Pendekatan ini lazim digunakan dalam ilmu-ilmu eksakta. Pendekatan kedua mengasosiasikan ilmu dengan prinsip “objektivitas”. Ilmu,menurut pendekatan ini merupakan suatu hasil interpretasi subjektivitas yang berada dalam diri peneliti (in here). Menurut aliran ini, pihak peneliti (knower) tidak boleh memisahkan diri dari objek yang ditelitinya (known). Pendekatan ini lazim digunakan dalam ilmu-ilmu yang mempelajari sejarah, kebudayaan, system nilai, kesenian, dan pengalaman pribadi. Pendekatan ketiga, merupakan gabungan atau kombinasi dari pendekatan pertama dan kedua. Pendekatan ketiga inilah yang diterapkan dalam ilmu pengetahuan sosial, termasuk ilmu komunikasi. Dalam perkembangan sekarang ini, pendekatan yang ketiga ini terbagi dalam dua kubu : Ilmu pengetahuan tingkah laku (behavioral science) dan ilmu pengetahuan sosial (social science).

Minggu, 12 Juni 2016

Analisis Film “ SUDUT KEHIDUPAN “

“ Sudut Kehidupan” adalah sebuah karya film Mahasiswa/I Akademi Komunikasi Media Radio TV & Periklanan yang diproduseri oleh Yulia Syahadah Barenda dan disutradarai oleh Yosephine Eunike Larasati, merupakan cerita yang mengandung pembelajaran dan makna kehidupan yang berarti. Pemerannya terdapat seorang ibu bernama Salihatun yang tinggal didaerah Kranji Baru. Ibu berusia 33th ini memiliki dua orang putra. Putra pertama bernama Misbahudin yang biasa dipanggil Ikbal. Ikbal bersekolah disalah satu SMK Swasta di Bekasi, dan putra kedua bernama Dimas berumur 9th dan masih duduk di Sekolah Dasar. Pak Slamet adalah suami dari Ibu Salihatun yang bekerja sebagai kuli bangunan. Tentunya dengan penghasilan yang tidak terbilang dapat mencukupi semua kebutuhan keluarganya, membuat Salihatun membantu mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga dengan berjualan pecel keliling menggunakan sepedah yang terdapat alat tambahan sebagai tempat untuk pecel yang dijual dibagian belakang sepedah. Ibu dua orang anak ini menjadi penjual pecel keliling membantu suami berjuang untuk melanjutkan hidup juga demi buah hati yang harus tetap melanjutkan pendidikannya hingga tamat sekolah. Berharap agar bisa menjadi buah hati yang membanggakan dan dapat membangun derajat kedua orangtuanya. Berbelanja menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pecel, memproses bahan-bahannya dari yang masih berbentuk utuh lalu dipotong sesuai ukuran untuk memperindah bentuk, dicuci berkali-kali hingga bersih, diberi bumbu agar lebih sedap saat telah jadi untuk dinikmati adalah keseharian Salihatun dalam bekerja. Pekerjaannya juga sebagai persamaan hidup. Saat manusia yang polos dan ditakdirkan tidak satupun dari mereka memiliki kesempurnaan, maka akan ada proses dimana manusia tersebut berusaha untuk memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya. Banyaknya cobaan berarti menjadi bumbu dalam kehidupan agar bisa lebih bijaksana dalam hidup dan menjadikan pribadi yang kuat, tegar dapat menjadi contoh sebagai hasil dari pengalaman yang dilewati. Begitu besar pengorbanan dan ujian hidup yang dihadapi keluarga Salihatun tetapi tidak membuat mereka lupa akan nikmat pemberian ALLAH SWT yang masih lebih besar dibandingkan ujian yang mereka hadapi. Dan menggantungkan segala harapan kepada Tuhan adalah hal yang tidak pernah ia lepaskan karena hanya itulah yang menjadi penguat hati Salihatun bahwa suatu saat perjuangannya tidak akan sia-sia dan hasil jeri payahnya akan terbalas apabila putra-putranya kelak berhasil. Karena salah satu hal kebaikan yang dapat kita petik dari seorang Salihatun adalah “ Keluarga adalah hal terindah yang tidak dapat dibeli oleh apapun. Kebersamaan dengan mereka adalah momen yang TIDAK TERNILAI “. Itulah sebabnya Salihatun tidak lupa bersyukur kepada nikmat yang diberikan untuknya.

Film ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi mereka yang terus mengeluh akan kekurangan yang mereka rasakan. Tanpa disadari bahwa masih banyak orang-orang kurang beruntung yang menginginkan keadaan yang kita miliki saat ini. Karya ini juga menjadi gambaran bagi anak-anak yang memiliki kelebihan dalam kehidupan keluarganya agar tidak menyepelekan perjuangan orangtua dalam menghidupi dan mencukupi semua kebutuhan mereka. 

PENJELASAN BAHAN DAN ALAT CUCI FOTO MANUAL

Fotografi kini telah memasuki era yang sangat modern dengan kecanggihan yang serba digital, baik dalam pengambilan gambar maupun saat proses pencetakan. Perlu diketahui bahwa hal yang mendasar dalam dunia fotografi juga tidak klah penting untuk kita pelajari sehubungan dengan wawasan kita dalam menguasai dunia fotografi. 
Kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang alat dan bahan yang digunakan dalam proses mencuci foto secara manual.

Pertama adalah alat-alat yang di butuh kan untuk proses cetak manual, yaitu :

1. Kamar Gelap
Sebuah kamar yg kedap cahaya.sedikit saja cahaya mampu menembus kamar gelap kita, akan mempengaruhi hasil. agar bener2 kedap lapisilah seluruh ruangan dengan kertas hitam.jangan lupa pasang exhause karna obat2 an cuci cetak adalah racun.


2. Enlarger Set
yaitu sebuah proyektor khusus untuk mencetak foto, dimana alat tersebut di gunakan untuk membakar kertas foto dengan cahaya. cahaya dari enlarger akan diproyeksikan film ke arah kertas foto,sehingga gambar dalam film yg tertembus cahaya akan tercetak di kertas foto tersebut.




3. Wadah Plastik 3 Buah
Wadah yg digunakan bisa dari apa saja yg penting ukuran wadah mampu untuk merendam seluruh kertas foto.gunakan yg berbahan plastik agar obat2 an tidak bereaksi secara kimia.


4. tabung cuci film
alat tersebut berbentuk tabung dan kedap cahaya.sudah dilengkapi dengan rel khusus yg didesain untuk film,agar film yg di rendam tidak saling menempel(maaf ga ada fofotnya)



5. penjepit
untuk mengangkat film dari wadah setelah perendaman agar tangan kita tidak perlu menyentuh obat2 an




6. termometer


Anda tahukan es batu ? Es batu merupakan air yang membeku. Es batu ...

7. es batu


8. air bersi


9. jepitan baju


10. obat2an cetak foto yg terdiri dari developer, Stop Bath dan Fixer.




  • Developer adalah obat pengembang. Saat kita menyinari film, terjadilah perubahan dalam emulsi, yakni setiap butir perak bromida yag terkena cahaya penyinaran berubah secara tidak nyata/terpendam. setelah film yang disinari itu dimasukkan kedalam obat pengembang, maka perak bromida berubah menjadi perak logam dam munculah gambar hitam. Developer yang saya gunakan adalah Micro-MF dan SuperBrom. Developer juga bisa Anda temukan berbagai macamnya seperti : Amidol, Kodak D76, Kodak DK50, Gevaert G20E, Kodak DK15, Kodak DK20, Gevaert 224, Mogranol, Super D,dll.

  • Stop Bath adalah obat penghambat. Setelah film dikembangkan, terjadi perubahan butir-butir perak logam, sebelumny sangat kecil, berkembang menjadi besar. pengembangan akan terus terjadi hingga dihentikan menggunakan obat penghambat/Stop Bath. Sb berfungsi untuk menghentikan sekaligus membersihkan  film dari sisa-sisa obat pegembang. Perak bromida yang tidak terkena cahaya dan tidak diolah oleh obat pengembang dengan sendirinya larut dalam StopBath. SB yang saya gunakan kali ini adalah Larutan air dengan Asam Cuka. Berbagai jenis SB yaitu : Kodak Sb-4, Kalium Metabisulfit.






  • Fixer adalah obat penetap, film yang sudah dikembangkan kemudian diproses dengan obat penetap untuk membersihkan emulsi dari sisa-sisa perak bromida yang tidak terkena cahaya penyinaran dan tidak diolah oleh obat pengembang. Sisa perak bromida yang tidak diperlukan itu harus dilenyapkan dengan obat penetap ( Fixer ) sampao bersih sehingga gambar yang dibangun oleh butir-butir perak bromida dengan obat pengembang tidak dapat berubah lagi bila terkan cahaya. Fixer yang saya gunakan yaitu Acifix. Macam Fixer lainnya juga dapat Anda gunakan seperti : Kodak F24, Kodak F5, da Gavaert G 301A. 
langkah selanjutnya setelah semua alat tersedia:

1. larutkan developer dan fixer dengan air bersih sesuai kebutuhan.jangan dicampur.pisahkan wadahnya atara kedua obat tersebut.baca aturan pakai yg tertera di wadah.masing2 obat beda aturan pakainya.ikuti saja yg tertulis di wadahnya masing2.

untuk newbie sebaiknya jangan bikin aturan sendiri karena untuk melakukan percobaan harus hapal karakter dari obat yg kita beli.so ikutin aja aturannya.

2. masukan developer ke dalam tabung cuci film. sampai kira2 seluruh film terendam semua.kemudian rendam tabung tersebut di dalam wadah yg sudah diberi es batu untuk mendapatkan suhu developer menjadi kurang lebih 4derajat C, sebab untuk mendapatkan hasil cuci film terbaik, suhu developer harus kurang elbih 4 derajat C .letakkan termoeter untuk mengecek suhu developer.fixer tidak perlu didinginkan

3. sembari menungu suhu developer turun, kita siapkan filmnya.keluarkan film dari roll film sedikit saja.asal cukup untuk di pegang.umumnya, ketika kita menggulung film setelah selesai memotret, di gulung sampai habis dan seluruh film masuk dalam roll.cara mengeluaarkan film dari roll yaitu bisa di buka langsung tutup atasnya di dalam kamar gelap.atau dengan mencabut keluar

untuk mencabut keluar, kita butuh film bekas sepanjang kurang lebih 20 cm panjangnya.
masukan filem bekas tersebut ke dalam roll film.kemudian gulung film nya dengan memutar pin yg ada di bagian film.
untuk memutar pun gak sembarangan.pastikan arah putaran searah dengan arah gulungan film dalam roll.setelah film bekas tersebut mau ikut tergulung, gulung terus sampai habis,tapi sisakan sedikit untuk mencabut.nah cabut dengan cepat film bekas tersebut, en wala,... film dalam roll akan ikut tercabut.


pilih cara yg paling gampang.en kalo aku prefer dengan mencabut.

4. nah fase selanjutnya kita harus masuk kamar gelap.gulung film ke rel yg ada di tabung.
dalam hal ini kemampuan tangan mutlak diperlukan coz kita ga bisa melihat nya.jadi di butuhkan keahlian khusus juga.latihan aja pasti bisa.setelah selesai, masukan rel yg sudah terpasang filmnya ke dalam tabung.

5. masukan developer yg sudah bersuhu 4 derajat.
rendam film dengan developer selama satu menit, kemudian lagukan agitasi, yaitu membalik-balik tabung dengan persaan selama satu menit agar obat terkocok di dalam tabung.
setelah itu biarkan lagi satu menit,kemudian agitasi lagi semenit.lakukan terus sampai waktu yg diperlukan.

nah berapa waktu yg di perlukan tergantung merk film.lihat aja di dos filmnya, disitu tertulis brapa lama kita melakukan proses cuci tersebut.

6. setelah agitasi selesai, keluarkan developer ganti dengan larutan fixer.rendam film dengan fixer kurang lebih 20 menit.cetelah itu film sudah boleh terkena cahaya.kemudian keluarkan film, cuci dengan air bersih.yang paling bagus, cuci pada air mengalir.setelah film bersih dari obat, yg di tandai dengan permukaan film yg keset waktu di gosok, gantung film sampai kering.

Senin, 06 Juni 2016

AKOMM RTVI GLOBAL MEDIA


Arus Informasi dan Komunikasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini terlihat dengan keberadaan stasiun TV Swasta, Industri Radio, Rumah Produksi dan Perusahaan Periklanan yang semakin marak juga mengalami perkembangan yang liar biasa. Fenomoena tersebut menjadi peluang bagi Akademi Komunikasi Media Radio Tv Dan Periklanan ( AKOMM RTVI ) merupakan salah satu Akademi Swasta (AS) yang memiliki keberadaan lulusan-lulusan terbaik bekerja di RCTI, SCTV, ANTV, MNC TV, INDOSIAR, METRO TV, Trans TV, Trans 7, TV ONE, GLOBAL TV, O-CHANNEL, TV PLUS dan masih banyak lagi stasiun Tv lokal dari berbagai Daerah. Perkembangannya yang signifikan tidak hanya gedungnya yang semakin menjulang tinggi dan megah, dan dilanjutkan dengan beberapa pembangunan lainnya dibeberapa daerah di Jabodetabek.Tak hanya pertambahan gedung yang diperbanyak, mahasiswanya pun semakin banyak. Akomm Rtvi Global Media adalah Akademi Ilmu Komunikasi yang menciptakan lulusan terbaik dalam bidangnya masing-masing. Terdapat 4 jurusan didalamnya yaitu :


    • 1 : Siaran Radio & Televisi ( Bergerak di depan layar - Tampilan )
    • 2 : Teknik Radio & Televisi ( Bergerak di belakang layar - Proses )
    • 3 : Public Relation ( Bergerak di Kehumasan - Pencitraan )
    • 4 : Periklanan ( Bergerak di bidang Advertising - Concept )
Program Studi Komunikasi D-3
Lama Studi : 6 Semester
Syarat Penerimaan : Lulusan SMA / SMK / MA dan semua jurusan. 

Akomm RTVI Global Media juga mengutamakan kenyamanan mahasiswa dalam menjalani program studi dengan fasilitas yang disediakan :
  • Kampus Milik Sendiri
  • Tenaga Pengajar Profesional & Praktisi di Bidangnya
  • Ruang Kuliah ber-AC
  • Lab Komputer
  • Lab Multimedia
  • Lab Studio TV
  • Lab Studio Radio
  • Lab Editing TV
  • Lab Editing Radio
  • Lab Studio Foto
  • Lab Kamar Gelap
  • Hotspots disemua tempat

Akomm RTVI Global Media juga memiliki kerjasama dengan :

  1. Universitas Gunadarma
  2. Sindo TV
  3. Radio Megaswara Bogor
  4. Radio Megaswara Serang
  5. Radio Megaswara Sukabumi
  6. Radio Megaswara Kuningan
  7. Radio Megaswara Yogyakarta
  8. PT. Quadrata
  9. Radio Elgangga Bekasi
  10. 10. Radio Dakta Bekasi
Dengan 4 Konsentrasi yang ditawarkan Anda dapat meraih profesi sebagai berikut :
  • Presenter
  • Penyiar Radio&TV
  • Script Writer
  • Reporter
  • Sutradara
  • Video Journalism
  • Editor
  • Cameramen
  • Audioman
  • Operator Studio
  • Public Relation
  • Art Director
  • Graphic Designer
  • Copywriter
  • Media Planner
  • Account Executive (dll)
Salah satu keunggulan Akomm Rtvi Global Media yaitu menciptakan sistem belajar yang mengutamakan praktiknya dan disertai teori yang menjadi pembimbing dalam praktik. Sehingga lulusan D-3 Akomm Rtvi Global Media sudah tidak diragukan lagi dalam bekerja dilapangan seperti profesional yang sudah memiliki banyak pengalaman. Dan Akomm Rtvi Global Media juga satu-satunya Kampus Broadcast dengan biaya pendidikan yang terjangkau dibandingkan dengan Kampus Broadcast lainnya tetapi memiliki fasilitas belajar dan peralatan Broadcast terbaik diantara yang lain.

Anda ingin menjadi seseorang yang ahli dalam bidang Ilmu Komunikasi seperti PR dan Boradcaster ? " AKADEMI MEDIA RADIO TV & PERIKLANAN " adalah tempat Anda mencapai tujuan kesuksesan Anda dalam berkarya dalam berkarir !!!

Informasi lebih lanjut : Call Center (021) 82423178 / 40534000